Sabtu, 16 April 2011

Perhitungan erosi menggunakan metode bak erosi

Bak erosi adalah suatu metode perhitungan laju erosi dengan menggunakan bak berukuran 22x2 m, 22x4 m atau 22x8m. bak erosi dapat dikatakan layak jika dapat menampung laju aliran permukaan dan ersosi. gambar dibawah ini adalah bentuk bak erosi.
secara konsep bak erosi terdiri dari plot uji dan bak penampung yang terdiri dari 3 bagian. sketsa bak erosi akan ditampilkan di bawah ini.
adapun tahapan dalam pengambilan data adalah sebagai berikut :



1.      Mengukur tinggi air didalam drum penampung menggunakan meteran sepanjang ± 10 m untuk mengetahui volume aliran permukaan;
2.      Mengaduk air dan tanah yang berada dalam drum penampung secara merata;
3.      Mengukur volume air yang terdapat didalam drum, kemudian mengambil contoh air didalam drum masing-masing sebanyak 600 ml setiap drum penampung;
4.      Mendiamkan contoh sampel selama 24 jam .
5.      Setelah 24 jam, contoh air tersebut disaring dengan menggunakan kertas saring yang sebelumnya telah dioven selama 1 jam dalam suhu 105oC dan diketahui beratnya (berat awal).
6.      Memasukan contoh tanah yang disaring tersebut kedalam oven sampai memiliki berat yang konstan pada suhu 105oC.
7.      Setelah dioven, diamkan sesaat, kemudian ditimbang dan dicatat berat (berat akhirnya).

 adapun kelemahan bak erosi adalah :
1. memiliki biaya yang mahal pada pembuatannya. untuk membangun 4 plot erosi dibutuhkan biaya Rp. 13 juta.
2. untuk menentukan erosi pada area yang luas dengan metode ini akan mendapatkan hasil over estimate.
3. proses pengambilan data dibutuhkan waktu yang cukup panjang, minimal 30 hari hujan

adapun kelebihan bak ini adalah :
1. hasil yang didapat untuk luas area yang kecil cukup baik
2. faktor penggangunya sedikit.
3. dapat mengetahui langsung laju erosi

setelah menghitung laju erosi dan aliran permukaan ada baiknya kita mencari hubungan antara curah hujan dengan aliran permukaan, maupun curah hujan dengan erosi permukaan. uji statistik menggunakan Uji F, Uji t, regresi satu arah. Uji F bertujuan untuk mencari ada hubungan atau tidak antara variabel berupa Curah hujan dengan aliran dan erosi permukaan. Uji t digunakan untuk membandingkan perlakuaan antar plot, terdapat beda nyata atau tidak. sedangkan regresi digunakan untuk membuat model persamaan regresi, Hal ini bertujuan untuk mencari regresi yang selanjutanya digunakan untuk menduga aliran dan erosi tahunan. 

Demikian saya paparkan metode menggunakan bak erosi. semoga dapat bermanfaat bagi teman2 seperjuanngan.
Salam Rimba...
Salam Lestari untuk Alam Indonesia

Budi Santoso

6 komentar:

  1. Sangat bermanfaat.... salam rimbawan (Achmad Darlan)

    BalasHapus
  2. terima kasih...itu penelitian saya diperhutani...

    BalasHapus
  3. DAPATKAH BANTU SAYA TUK TULISAN YANG SAMA, DATA SUDAH ADA TAPI BINGUNG UNTUK BIKIN RANCOPNYA, SAYA PINGIN ANALISA PENGARUH PENUTUPAN LAHAN THD EROSI (suryatiphlcepu@gmail.com/suryati_phlcpu@yahoo.com)

    BalasHapus
  4. mohon bantuannya pak untuk info spek bak/plot yang digunakan dan dasar/literatur yang diambil untuk menggunakan bak/plot tersebut, karena saya juga melakukan penelitian menghitung nilai erosi secara langsung.
    email saya myamani25@gmail.com

    BalasHapus
  5. saya coba kirim skripsi saya ke anda. Salam kenal. Budi Santoso

    BalasHapus
  6. kang, tolong kirim juga ke email saya, saya kerja di bidang pengelolaan lingkungan. akhir2 ini lagi membahas mengenai erosi.
    terima kasih.
    salam rimba.

    kirim ke email saya. di

    samsuari.cs@gmail.com

    BalasHapus